Festival Marawai Jadi Upaya Hidupkan Sejarah dan Potensi Ekonomi Negeri Hatalai
- Administrator
- Jumat, 21 Agustus 2026 15:50
- 0 Lihat
- SOSIAL - BUDAYA
Ambon,CM – Negeri Hatalai di Jazirah Leitimur Selatan bersiap menggelar Festival Budaya Marawai pada 25 Agustus 2026. Festival ini tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali sejarah, memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi Negeri Hatalai.
Festival yang digagas Panitia Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur tersebut akan menghadirkan berbagai kekayaan seni, budaya, kuliner dan kreativitas masyarakat Hatalai.
Ketua Panitia Festival Marawai, Jonathan Kainama, Jumat (21/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat anak-anak Negeri Hatalai untuk menyatukan berbagai potensi yang dimiliki negeri tersebut.
Menurutnya, kepercayaan kepada Jemaat Hatalai sebagai tuan rumah Sidang Klasis ke-15 Klasis Pulau Ambon Timur pada 2027 menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan anak negeri, baik yang berada di Hatalai maupun di Ambon dan sekitarnya.
“Festival Marawai bukan hanya seremoni budaya. Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa Hatalai memiliki kekayaan seni, budaya, kuliner dan potensi ekonomi yang besar,” ujar Jonathan.
Ia mengatakan festival tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang kepada generasi muda Hatalai agar berani tampil, mengembangkan kreativitas dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan.
“Harapan kami, festival ini memberikan dampak yang berkelanjutan. Bukan hanya ramai pada saat pelaksanaan, tetapi setelah itu ada gerakan untuk mengembangkan ekonomi, budaya dan kreativitas anak-anak negeri,” katanya.
Nama Marawai dipilih bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Hatalai, kawasan tersebut memiliki nilai historis dan diyakini berkaitan dengan perjalanan awal pertumbuhan komunitas serta kehidupan masyarakat Hatalai sejak ratusan tahun lalu.
Festival ini pun menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan nilai sejarah tersebut melalui seni dan budaya.
“Marawai memiliki sejarah bagi Hatalai. Dari tempat inilah kami ingin kembali memperkenalkan Hatalai melalui seni, budaya dan potensi yang dimiliki,” jelas Jonathan.
Festival Marawai akan diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk tari-tarian, senandung serta sajian kuliner khas Negeri Hatalai.
Sejumlah musisi dan artis daerah Maluku juga dijadwalkan tampil, di antaranya Hekaleka Voice, Alifuru Hiphop, Jimmy Titarsole, Willy Sopacua, Fresly Nikijuluw dan DJ Kenza.
Kehadiran para seniman tersebut diharapkan tidak hanya memeriahkan kegiatan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak muda Maluku untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
“Festival ini kami desain sebagai ruang pertemuan budaya, seni, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat,” ujar Jonathan.
Panitia berharap Festival Marawai tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Ke depan, festival tersebut didorong menjadi agenda budaya tahunan yang dapat berkembang dan menjadi salah satu identitas budaya Negeri Hatalai.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Gubernur Maluku dan Wali Kota Ambon juga telah dikonfirmasi untuk hadir bersama sejumlah undangan lainnya.
Dari kalangan dunia usaha, dukungan disebut datang dari Bank Maluku Maluku Utara, Anker Bir, Telkomsel dan Sound of Amboina, serta sejumlah pihak lain
Hingga Jumat (21/8/2026), persiapan Festival Marawai telah mencapai sekitar 70 persen.
Panitia masih mematangkan kebutuhan teknis sekaligus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan pada 25 Agustus mendatang berlangsung aman dan lancar.
“Persiapan sudah sekitar 70 persen. Kami terus bekerja dan berkoordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan bisa terlaksana dengan maksimal,” kata Jonathan.
Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama anak-anak Negeri Hatalai, untuk bersama-sama menyukseskan Festival Marawai.
Bagi panitia, Festival Marawai bukan sekadar panggung hiburan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali sejarah, memperkuat identitas budaya, membuka peluang ekonomi serta menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda Hatalai.
Dari Marawai, sejarah dihidupkan. Dari budaya, potensi dikembangkan. Dan dari semangat anak negeri, Hatalai menatap masa depan. (CM/ML)